Sulawesi adalah salah satu pulau dengan bentuk yang unik di dunia, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pulau berbentuk anggrek. Pulau Sulawesi secara keseluruhan terbagi menjadi enam provinsi, salah satunya adalah Sulawesi Tenggara. Kendari merupakan kota terbesar di pulau tersebut sekaligus ibukota dan pintu gerbang untuk memulai petualangan di sekitar Provinsi Sulawesi Tenggara. Penduduk asli provinsi ini salah satunya adalah Tolaki khususnya di Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam konteks inilah Kolektif kerja Masyarakat Adat Tolaki Benua, Pemerintah Kecamatan Benua, Komunitas Ruruhi Project Walhi Sulawesi Tenggara, dan Plaza Inn Kendari by Horison menyelenggarakan Festival Benua bertemakan “ Save Our Culture” yang diselenggarakan pada 1-24 Desember 2017 di Desa Benua Utama, Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe Selatan. Degan penyelenggaraan Festival Benua diharapkan dapat menjadi salah satu alat dalam merawat dan melestarikan budaya, adat istiadat dan kearifan lokal dan lingkungan hidup yang akan mendorong untuk terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui industri pariwisata di Kabupaten Konawe Selatan.

Adapun urutan acara Festival terdiri dari :

Acara Ritual:

  • Lulo Ngganda, Lulo artinya goyang, Ngganda asal kata kanda/gendang. Lulo Ngganda artinya lulo yang diancang-ancang ke atas sambil mengikuti irama gendang.
  • Mosehe Ndiolu artinya mosehe dengan cara sederhana dengan menggunakan telur sebagai upacara doa kepada Allah agar mendapatkan hasil lebih baik di tahun-tahun berikutnya.

Acara Seni:

  • lariangi
  • mewuwuho
  • meoreore wuku
  • meoreore nggowuna
  • moanggo
  • mekabia
  • metainango
  • mesongguru
  • melolama

Acara Olahraga:

  • cakalele/umoara
  • mekonda’u / pencaksilat
  • modinggu
  • mobiti
  • mehule
  • tumotadi
  • metinggo

Leave a Reply

%d bloggers like this: